Kebenaran itu ditanamkan oleh manusia di dalam hati serta diyakini kesahihan dan keberadaannya secara pasti dan ditolak segala sesuatu yang bertentangan dengan kebenaran itu (Kuliah Aqidah Islam, Dr. Yunahar Ilyas, M.Ag., Lc.) Nabi Luth AS dengan sabar membimbing mereka agar menyadari perbuatannya, tetapi tak seorang pun ada yang mau mendengar. Bahkan kaum Sodom mengancam dan melakukan kejahatan kepada Nabi Luth hingga berniat untuk mengusir Nabi Luth dari kota tersebut. Hal ini sebagaimana yang dikisahkan dalam Al-Qur'an surat Asy-Syu'ara ayat 160-167: A. Pengertian Iman Kepada Rasul Allah. Beriman kepada rasul berarti percaya dan yakin bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah SWT yang ditugaskan untuk membimbing umatnya agar menempuh jalan yang benar dan diridhoi oleh Allah sehingga selamat dunia dan akhirat. Begitupentingnya aqidah ini, sehingga Nabi Muhammad Saw, penutup para Nabi dan Rasul membimbing umatnya selama 13 tahun ketika berada di Makkah dengan menekankan masalah aqidah ini, karena aqidah adalah landasan semua tindakan, bahkan merupakan landasan bangunan Islam. Iman kepada rasul memiliki arti bahwa rasul itu benar-benar utusan Allah yang ditugaskan untuk membimbing umatnya ke jalan yang benar agar selamat di dunia dan akhirat. Iman kepada rasul memiliki arti seorang muslim memercayai segala ajarannya baik dari lisan maupun mengkuti jejak suri tauladan Nabi dan Rasul. Gh8Ne. 4/18/2019 Bila kita berbicara tentang ruang lingkup pengajaran agama, maka akan dikemukakan beberapa bidang pembahasan pengajaran agama itu yang sudah menjadi mata pelajaran yang berdiri sendiri di perguruan agama. Tentu saja seharusnya sudah mempunyai metodik khusus untuk masing-masing pelajaran fiqih, aqidah, akhlak, dan mata pelajaran agama yang lainnya. Jumlah dan jenis mata pelajaran dapat saja bertambah/dipecah dan mungkin di gabung. Tetapi prinsip pokok dan sumber tidak akan mengalami perubahan, karena wahyu dan sabda Rasulullah tidak akan bertambah lagi, yang bertambah adalah bidang studi dari segi pengelompokkannya serta pembahasannya. AQIDAH MENURUT AGAMA ISLAM Keyakinan manusia terhadap Tuhan merupakan hak paling asasi. Sebagai seorang mukmin, kita telah percaya dan yakin bahwa tidak ada tuhan selain Allah. Dengan keyakinan tersebut, kita telah mendapatkan hidayah/petunjuk dari Allah. Hidayah ini merupakan nikmat terbesar dibandingkan nikmat-nikmat lain nya. Dengan nikmat yang sangat besar ini, kita harus senantiasa menjaga kemurnian akidah kita dengan selalu patut kepada perintah-perintah Allah. PENGERTIAN AQIDAH Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [عَقَدَ-يَعْقِدُ-عَقْدً] “ Aqada-Ya’qidu-Aqidatan” artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Dalam bahasa Arab akidah berasal dari kata al-'aqdu الْعَقْدُ yang berarti ikatan. at-tautsiiqu التَّوْثِيْقُ yang berarti kepercayaan atau keyakinan yang kuat, al-ihkaamu اْلإِحْكَامُ yang artinya mengokohkan menetapkan, dan ar-rabthu biquw-wah الرَّبْطُ بِقُوَّةٍ yang berarti mengikat dengan kuat. Sedangkan menurut istilah terminologi 'akidah adalah iman yang teguh dan pasti, yang tidak ada keraguan sedikit pun bagi orang yang meyakininya. Jadi, Aqidah Islam adalah suatu ikatan tali batin yang berupa janji orang yang beriman kepada Allah SWT untuk menaati semua perintah dan menjauhi laranganNya. Dengan berpegang teguh pada akidah islam, hati akan menjadi tenteram dari kebimbangan salama hidup. Islam mengajarkan kepada umat-umatnya agar berakidah yang sepenuh hati dan tidak boleh ada keraguan. MENGAPA AQIDAH PENTING? Ada beberapa alasan yang menjadikan kenapa kita yang beragama islam harus memiliki Aqidah yang kuat, yaitu Kenyataan dikehidupan islam yang nyata masih banyak orang islam yang memiliki keyakinan yang cenderung rapuh. Banyak ditemukan penyelewengan aqidah di dalam kehidupan sehari-hari misalnya mempercayai hal yang bersifat magic atau tahayul. Berdasarkan hasil survey suatu lembaga, acara televisi dengan terkait dengan magic, mengadu nasib, jodoh dan ramalan memiliki rating yang cukup tinggi. Ini mengindikasikan bahwa masyarakat kita keimanannya cenderung rapuh. وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ “Dan Kami turunkan kepadamu al-Qur-an, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.” QS. An-Nahl 44. Rasulullah juga bersabda أَلاَ إِنِّى أُوتِيتُ الْقُرْآنَ وَمِثْلَهُ مَعَهُ “Ketahuilah sesungguhnya aku telah diberikan al-Qur-an dan yang semisal dengannya as-Sunnah.” HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, Hakim dan beliau menshahihkannya serta diriwayatkan juga oleh Imam Ahmad dengan sanad yang shahih sebagaimana yang disebutkan oleh al-Albani dalam kitab al-Hadits Hujjatun Binafsihi. Berdasarkan al-Quran dan hadits, banyak sekali perintah yang mengaharuskan agar kita memiliki keyakinan yang kuat. Dalam melaksanakan aqidah hendaknya kita mengikuti filosofi seperti hal nya huruf ALIF. Ia tidak terpengaruh atau goyah dengan tanda apapun juga. Aqidah merupakan ajaran islam harus dipegang dalam kondisi apapun. Janganlah bergeser hanya karena pengaruh duniawi. CIRI – CIRI AQIDAH Ciri-Ciri Aqidah yang BenarAqidah atau keimanan yang tulin itu mestilah mengandungi ciri-ciri yang berikut Kepercayaan dan keyakinan itu mestilah berasaskan kefahaman minda dan ilmu yang mantap wahyu Ilahi Kepercayaan dan keyakinan itu mestilah berada dalam keadaan yang cukup teguh, bahkan ia tidak boleh menerima sebarang bentuk syak dan tidak mungkin digugat oleh sebarang kepercayaan lain sebagaimana firman Allah orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasulnya kemudian mereka tidak meragu-ragukan”. Kepercayaan dan keyakinan itu mestilah pula diikuti bersama dengan perkataan ataupun kepatuhan hati serta kemahuan untuk mempraktikkan segala hukum atau suruhan dengan penuh rasa rela tanpa sebarang bantahan. Ciri-Ciri Aqidah Yang Salah Fasad Akidah yang salah adalah sesuatu iktikad atau kepercayaan yang bercanggah dengan nas-nas syariah dari al Quran dan as Sunnah. Akidah yang berpuncak dari akal pemikiran manusia semata-mata ataupun penyelewengan aqidah yang sahih yang diselewengkan menurut akal fikiran hawa nafsu seperti mana yang terdapat dalam aqidah Yahudi, Nasrani, golongan tarikat yang menyeleweng, ahli falsafah, golongan batiniah dan lain-lain lagi. SUMBER, METODE DAN CARA PENGAMBILAN AQIDAH ISLAM Sumber-sumber Aqidah Islam Aqidah Islam adalah sesuatu yang bersifat tauqifi, artinya suatu ajaran yang hanya dapat ditetapkan dengan adanya dalil dari Allah dan Rasul-Nya. Maka, sumber ajaran aqidah Islam adalah terbatas pada al-Quran dan Sunnah tidak ada yang lebih tahu tentang Allah kecuali Allah itu sendiri, dan tidak ada yang lebih tahu tentang Allah, setelah Allah sendiri, kecuali Rasulullah salallahu `alaihi wasalam. Metode Memahami Aqidah Islam dari Sumber-sumbernya Menurut Para Sahabat Generasi para shahabat adalah generasi yang dinyatakan oleh Rasululah sebagai generasi terbaik kaum muslimin. Kebaikan mereka terletak pada pemahaman dan sekaligus pengamalannya atas ajaran-ajaran Islam secara benar dan kaffah. Hal ini tidak mengherankan, karena mereka adalah generasi awal yang menyaksikan langsung turunnya wahyu, dan mereka mendapat pengajaran dan pendidikan langsung dari Rasulullah salallahu `alaihi wasalam. Setelah generasi shahabat, kualifikasi atau derajat kebaikan itu diikuti secara berurutan oleh generasi berikutnya dari kalangan tabi’in, dan selanjutnya diikuti oleh generasi tabi’ut tabi’in. Tiga generasi inilah yang secara umum disebut sebagai generasi salaf. Rasulullah bersabda tentang mereka, خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ ثُمَّ الَّذِيْنَ يَلُوْنَهُمْ… Artinya “Sebaik-baik manusia adalah generasi pada masaku, lalu generasi berikutnya, lalu generasi berikutnya…” Bukhari dan Muslim Generasi salaf yang shalih al-salaf al-shalih mengambil pemahaman aqidah dari al-Quran dan sunnah dengan metode mengimani atau meyakini semua yang diinformasikan ditunjukkan oleh kedua sumber tersebut. Dan apa saja yang tidak terdapat dapat dalam kedua sumber itu, mereka meniadakan dan menolaknya. Mereka mencukupkan diri dengan kedua sumber tersebut dalam menetapkan atau meniadakan suatu pemahaman yang menjadi dasar aqidah atau keyakinan. Karena itulah, maka mereka dipersaksikan oleh Rasulullah saw sebagai golongan yang selamat, sebagaimana sabda beliau, قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِى Artinya “Mereka golongan yang selamat adalah orang-orang yang berada di atas suatu prinsip seperti halnya saya dan para shahabat saya telah berjalan di atasnya.” Tirmidzi RUANG LINGKUP AQIDAH Aqidah Islam berawal dari keyakinan kepada zat mutlak yang Maha Esa yang disebut Allah. Allah Maha Esa dalam zat, sifat, perbuatan dan wujudnya. Kemaha-Esaan Allah dalam zat, sifat, perbuatan dan wujdunya itu disebut tauhid. Tauhid menjadi inti Rukun Iman. Menurut Sistematika Hasan Al-Banna, Ruang Lingkup Aqidah Islam meliputi Ilahiyat, yaitu pembahasan tentang segala susuatu yang berhubungan dengan Tuhan Allah, seperti wujud Allah, sifat Allah dll Nubuwat, yaitu pembahsan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan Nabi dan Rasul, pembicaraan mengenai kitab-kitab Allah dll Ruhaniyat, yaitu tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan alam metafisik seperti jin, iblis, setan, roh dll Sam'iyyat, yaitu pembahasan tentang segala sesuatu yang hanya bisa diketahui lewat sam'i, yakni dalil Naqli berupa Al-quran dan as-Sunnah seperti alam barzkah, akhirat dan Azab Kubur, tanda-tanda kiamat, Surga-Neraka penjelasan Ruang Lingkup pembahasan aqidah yang termasuk dalam Arkanul Iman, yaitu 1. Iman kepada AllahPengertian iman kepada Allah ialah Membenarkan dengan yakin akan adanya Allah Membenarkan dengan yakin keesaan-Nya, baik dalam perbuatan-Nya menciptakan alam, makhluk seluruhnya, maupun dalam menerima ibadat segenap makhluknya. Membenarkan dengan yakin, bahwa Allah bersifat dengan segala sifat sempurna, suci dari sifat kekurangan yang suci pula dari menyerupai segala yang baru makhluk.Dengan demikian setelah kita mengimani Allah, maka kita membenarkan segala perbuatan dengan beribadah kepadanya, melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala larangannya, mengakui bahwa Allah swt. bersifat dari segala sifat, dengan ciptaan-Nya di muka bumi sebagai bukti keberadaan, kekuasaan, dan kesempurnaan Allah. 2. Iman Kepada Malaikat Beriman kepada malaikat ialah mempercayai bahwa Allah mempunyai makhluk yang dinamai “malaikat” yang tidak pernah durhaka kepada Allah, yang senantiasa melaksanakan tugasnya dengan sebaik-baiknya dan secermat-cermatnya. Lebih tegas, iman akan malaikat ialah beritikad adanya malaikat yang menjadi perantara antara Allah dengan rasul-rasul-Nya, yang membawa wahyu kepada rasul-rasul-Nya. Di dalam Al-Qur’an banyak ayat yang menyeru kita mengimankan sejenis makhluk yang gaib. Yang tidak dapat dilihat oleh mata, tidak dapat dirasa oleh panca indera, itulah makhluk yang dinamai malaikat. Malaikat selalu memperhambakan diri kepada Allah dan patuh akan segala perintah-Nya, serta tidak pernah berbuat maksiat dan durhaka kepada Allah swt. 3. Iman kepada kitab-kitab Allah Keyakinan kepada kitab-kitab suci merupakan rukun iman ketiga. Kitab-kitab suci itu memuat wahyu Allah. Beriman kepada kitab-kitab Tuhan ialah beritikad bahwa Allah ada menurunkan beberapa kitab kepada Rasulnya. Baik yang berhubungan itikad maupun yang berhubungan dengan muamalat dan syasah, untuk menjadi pedoman hidup manusia. baik untuk akhirat, maupun untuk dunia. Baik secara individu maupun masyarakat. Jadi, yang dimaksud dengan mengimani kitab Allah ialah mengimani sebagaimana yang diterangkan oleh Al-Qur’an dengan tidak menambah dan mengurangi. Kitab-kitab yang diturunkan Allah telah turun berjumlah banyak, sebanyak rasulnya. Akan tetapi, yang masih ada sampai sekarang nama dan hakikatnya hanya Al-Qur’an. Sedangkan yang masih ada namanya saja ialah Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa, Injil kepada Nabi Isa dan Zabur kepada Daud. 4. Iman kepada Nabi dan Rasul Yakin pada para Nabi dan rasul merupakan rukun iman keempat. Perbedaan antara Nabi dan Rasul terletak pada tugas utama. Para nabi menerima tuntunan berupa wahyu, akan tetapi tidak mempunyai kewajiban untuk menyampaikan wahyu itu kepada umat manusia. Rasul adalah utusan Tuhan yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterima kepada umat manusia. Di Al-Qur’an disebut nama 25 orang Nabi, beberapa diantaranya berfungsi juga sebagai rasul ialah Daud, Musa, Isa, Muhammad yang berkewajiban menyampaikan wahyu yang diterima kepada manusia dan menunjukkannya cara pelaksanaannya dalam kehidupan sehari-hari. Sebagaimana manusia biasa lainnya Nabi dan Rasul pun hidup seperti kebanyakan manusia yaitu makan, minum, tidur, berjalan-jalan, mati dan sifat-sifat manusia lainnya. Nabi Muhammad saw. sebagai Nabi sekaligus Rasul terakhir tidak ada lagi rangkaian Nabi dan Rasulsesudahnya. Seorang muslim wajib beriman kepada seluruh Nabi dan Rasul-Nya yang telah diutus oleh Allah SWT, baik yang disebutkan namanya maupun yang tidak disebutkan namanya. Seorang muslim wajib membenarkan semua Rasul dengan sifat-sifat, kelebihan, keistimewaan satu sama lain, tugas dan mukjizatnya masing-masing seperti yang Diperintahkan Oleh Allah. 5. Iman kepada hari Akhir Rukun iman yang kelima adalah keyakinan kepada hari akhir. Keyakinan ini sangat penting dalam rangkaian kesatuan rukun iman lainnya, sebab tanpa mempercayai hari akhirat sama halnya dengan orang yang tidak mempercayai agama Islam, itu merupakan hari yang tidak diragukanlagi. Hari akhirat ialah hari pembalasan yang pada hari itu Allah menghitung hisab amal perbuatan setiap orang yang suda dibebani tanggung jawab dan memberikan putusan ganjaran sesuai dengan hasil perbuatan selama di dunia. Keimanan kepada Allah berkaitan erat dengan keimanan kepada hari akhir. Hal ini disebabkan keimanan kepada Allah menuntut amal perbuatan, sedangkan amal perbuatan baru sempurna dengan keyakinan tentang adanya hari akhirat. Demi tegaknya keadilan, harus ada suatu kehidupan baru dimana semua pihak akan memperoleh secara adil dan sempurna hasil-hasil perbuatan yang didasarkan atas pilihannya masing-masing. 6. Iman kepada qada dan qadar Dalam menciptakan sesuatu, Tuhan selalu berbuat menurut Sunnahnya, yaitu hukum sebab akibat. Sunnahnya ini adalah tetap tidak berubah-ubah, kecuali dalam hal-hal khusus yang sangat jarang terjadi. Sunnah Tuhan ini mencakup dalam ciptaannya, baik yang jasmani maupun yang bersifat rohani. Makna qadar dan takdir ialah aturan umum berlakunya hukum sebab akibat, yang ditetapkan olehnya sendiri. Definisi segala ketentuan, undang-undang, peraturan dan hukum yang ditetapkan secara pasti oleh Allah SWT, untuk segala yang ada. Pengertian di atas sejalan dengan penggunaan qadar di dalam Al-Qur’an berbagai macam bentuknya yang pada umumnya mengandung pengertian kekuasaan Allah SWT, yang termasuk hukum sebab akibat yang berlaku bagi segala makhluk hidup maupun yang mati. 4 Aqidah Yang Harus Di miliki Seorang Muslim Seperti yang sudah kita ketahui bahwa agama Islam adalah agama yang menyeluruh dan universal memiliki sejumlah ajaran values dan juga keyakinan. Ajaran islam yang terkandung tidak hanya mengatur aktivitas ritual saja, namun juga mengatur segala aktivitas manusia baik dalam tingkatan individu, keluarga, masyarakat, bahkan bernegara. Secara garis besar ajaran islam ini bisa dikelompokkan ke dalam Aqidah/keyakinan, Syariat Aturan, Akhlaq & Muamalah perilaku / interaksi sosial. Dari keempat unsur ini, ajaran aqidah atau keyakinan haruslah menjadi prioritas utama yang harus diketahui dan diamalkan sebagai landasan mengamalkan ajaran lainnya. KEDUDUKAN AQIDAH DALAM ISLAM Dalam ajaran Islam, aqidah memiliki kedudukan yang sangat penting. Ibarat suatu bangunan, aqidah adalah pondasinya, sedangkan ajaran Islam yang lain, seperti ibadah dan akhlaq, adalah sesuatu yang dibangun di atasnya. Rumah yang dibangun tanpa pondasi adalah suatu bangunan yang sangat rapuh. Tidak usah ada gempa bumi atau badai, bahkan untuk sekedar menahan atau menanggung beban atap saja, bangunan tersebut akan runtuh dan hancur berantakan. Maka, aqidah yang benar merupakan landasan asas bagi tegak agama din dan diterimanya suatu amal. Allah subahanahu wata`ala berfirman, فَمَنْ كَانَ يَرْجُوا لِقَآءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صَالِحًا وَلاَيُشْرِكُ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا. Artinya “Maka barang siapa mengharapkan perjumpaan dengan Tuhannya di akhirat, maka hendaklah ia beramal shalih dan tidak menyekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” al-Kahfi 110 Allah subahanahu wata`ala juga berfirman, وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِّنَ الْخَاسِرِينَ. Artinya “Dan sungguh telah diwahyukan kepadamu dan kepada nabi-nabi sebelummu, bahwa jika engkau betul-betul melakukan kesyirikan, maka sungguh amalmu akan hancur, dan kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang merugi.” az-Zumar 65 Mengingat pentingnya kedudukan aqidah di atas, maka para Nabi dan Rasul mendahulukan dakwah dan pengajaran Islam dari aspek aqidah, sebelum aspek yang lainnya. Rasulullah salallahu `alaihi wasalam berdakwah dan mengajarkan Islam pertama kali di kota Makkah dengan menanamkan nilai-nilai aqidah atau keimanan, dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu selama kurang lebih tiga belas tahun. Dalam rentang waktu tersebut, kaum muslimin yang merupakan minoritas di Makkah mendapatkan ujian keimanan yang sangat berat. Ujian berat itu kemudian terbukti menjadikan keimanan mereka sangat kuat, sehingga menjadi basis atau landasan yang kokoh bagi perjalanan perjuangan Islam selanjutnya. Sedangkan pengajaran dan penegakan hukum-hukum syariat dilakukan di Madinah, dalam rentang waktu yang lebih singkat, yaitu kurang lebih selama sepuluh tahun. Hal ini menjadi pelajaran bagi kita mengenai betapa penting dan teramat pokoknya aqidah atau keimanan dalam ajaran Islam. KARAKTERISTIK AQIDAH ISLAM Aqidah Islam adalah Aqidah Rabbaniy berasal dari Allah yang bersih dari pengaruh penyimpangan dan subyektifitas manusia. Aqidah Islam memiliki karakteristik berikut ini Al Wudhuh wa al Basathah jelas dan ringan tidak ada kerancuan di dalamnya seperti yang terjadi pada konsep Trinitas dsb. Sejalan dengan fitrah manusia, tidak akan pernah bertentangan antara aqidah salimah lurus dan fitrah manusia. Firman Allah “Fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu, tidak ada perubahan pada fitrah Allah..” Ar Rum 30 Prinsip-prinsip aqidah yang baku, tidak ada penambahan dan perubahan dari siapapun. Firman Allah ”Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan lain selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah ?“ Asy Syura 21 Dibangun di atas bukti dan dalil, tidak cukup hanya dengan doktrin dan pemaksaan seperti yang ada pada konsep-konsep aqidah lainnya. Aqidah Islam selalu menegakkan “Tunjukkanlah bukti kebenaranmu jika kamu adalah orang yang benar” Al Baqarah 111 Al Wasthiyyah moderat tidak berlebihan dalam menetapkan keesaan maupun sifat Allah seperti yang terjadi pada pemikiran lain yang mengakibatkan penyerupaan Allah dengan makhluk-Nya. Aqidah Islam menolak fanatisme buta seperti yang terjadi dalam slogan jahiliyah “Sesungguhnya kami mendapati bapak-bapak kami menganut suatu agama, dan sesungguhnya kami orang-orang yang mendapat petunjuk dengan mengikuti jejak mereka” Az Zukhruf 22 APA PENTINGNYA AQIDAH? Merupakan sebuah energi kekuatan yang tidak ada bandingannya. Merupakan lentera yang dapat membuka tabir ilmu dan kebesaran baik yang dzohir maupun bathin Merupakan suatu barometer seseorang apakah baik atau jahat, Jalut atau thalut, Sulaiman atau qorun. Merupakan suatu kesatuan ajaran islam yang harus dimiliki setiap muslim Islam, Iman, dan Ihsan. Merupakan kunci keberhasilan. مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ “ Barang siapa yang mengerjakan amal shaleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” TUJUAN AQIDAH ISLAM Aqidah Islam mempunyai banyak tujuan yang baik yang harus dipegang teguh, yaitu Untuk mengikhlaskan niat dan ibadah kepada Allah. Semata, karena Dia adalah pencipta yang tidak ada sekutu bagiNya, maka tujuan dari ibadah haruslah diperuntukkan hanya kepadaNya. Membebaskan akal dan pikiran dari kekacauan yang timbul dari kosongnya hati dari akidah. Ketenangan jiwa dan pikiran, tidak cemas dalam jiwa dan tidak goncang dalam pikiran. Meluruskan tujuan dan perbuatan dari penyelewengan dalam beribadah kepada Allah dan bermuamalah dengan orang lain. Bersungguh-sungguh dalam segala sesuatu dengan tidak menghilangkan kesempatan beramal baik, kecuali digunakannya dengan mengharap pahala. Serta tidak melihat tempat dosa kecuali menjauhinya dengan rasa takut dari siksa. Menciptakan umat yang kuat yang mengerahkan segala yang mahal maupun yang murah untuk menegakkan agamanya serta memperkuat tiang penyanggahnya tanpa peduli apa yang akan terjadi untuk menempuh jalan itu. Meraih kebahagiaan dunia dan akhirat dengan memperbaiki individu-individu maupun kelompok-kelompok serta meraih pahala dan kemuliaan. MANFAAT AQIDAH ISLAM Sebagai sumber dan motifator perbuatan kebajikan dan keutamaan. Membimbing manusia ke jalan yang benar Mengeluarkan jiwa manusia dari kegelapan dan kekacauan hidup yang dapat menyesatkan. Mengantarkan manusia kepada kesempurnaan lahir dan batin. Memupuk dan melahirkan kesehatan mental seseorang. Memberikan pengajaran dan pendidikan ilmu tauhid. Memupuk dan membentuk kepribadian manusia. Mendorong mereka untuk mengerjakan ibadah dengan penuh keikhlasan. Kesimpulan Mengenai liputan dari pembahasan Aqidah baik yang Ilahiyah atau mengenai ALLAH atau mengenai Rasulullah dan kitab-kitab ALLAH, Ruhaniah atau mempelajari tentang hubungan alam Metafisik atu hubungan dengan jin, syaitan, iblis, malaikat dan lain-lain, maupun Sam’iyah mengenai kepercayaan dengan hal-hal yang terdiri dari Qada baik ataupun Qadar buruk. Ternyata dari yang telah kita pelajari bersama dapat disimpulkan, dengan mempelajari hal-hal di atas kita jadi dapat mengetahui sedikit banyak mengenai Allah, rasululllah, kitabullah, maupun definisi dari rukun iman itu sendiri. Juga dari beberapa informasi pelengkap tadi dapat menyegarkan pikiran dari pada hal-hal yanng sebelumnya kita curigai atau di salah sangka kan. Penutup Semoga apa-apa yang telah kami sajikan tadi dapat diambil intisarinya yang kemudian diamalkan juga semoga berguna bagi kehidupan kita di masa yang akan datang. Demikian artikel mengenai Akidah Dalam Islam, semoga informasi yang diberikan bermanfaat. Kata akidah berasal dari bahasa Arab, yaitu akoda ya-kidu yang artinya suatu ikatan atau janji. Secara istilah adalah keyakinan hati atas sesuatu. Para ulama tauhid memberikan definisi akidah Islam sebagai berikut Artinya “Sesuatu yan terikat kepadanya hati dan hati nurani”. Artinya “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah aqad-aqad itu” QS. Al-Maidah 1 Kata al-uqud pada ayat tersebut dapat diartikan sebagai janji/aqad. Aqad perjanjian mencakup janji prasetia hamba kepada Allah dan Perjanjian yang dibuat oleh manusia dalam pergaulan sesamanya. Janji setia hamba kepada Allah maksudnya suatu aqad atau janji seorang hamba kepada Tuhannya tentang kesaksian diri sang hamba yang mengaku “tiada Tuhan selai Allah dan Nabi Muhammad itu utusan Allah”. Aqidah Islam adalah pokok-pokok kepercayaan yang harus diyakini kebenarannya oleh setiapmuslim dan memiliki prinsif-prinsif dasar yang harus dipegang teguh oleh penganutnya”. Dasar-dasar akidah Islam dan Dalilnya Akidah Islam memiliki dasar-dasar yang harus dijadikan pedoman oleh kaum muslimin yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits. Adapun dalilnya adalah 1. Al-Qur'an. Di dalam al-Qur'an banyak terdapat ayat-ayat yang berisi tentang tauhid, diantaranya adalah QS. al-Ikhlas ayat 1-4 di atas, dan masih banyak lagi yang lain diantaranyaقُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ . اللَّهُ الصَّمَدُ . لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ . وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ 1. Katakanlah “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. 2. Allah adalah Tuhan yang segala sesuatu bergantung kepada-Nya. 3. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, 4. Dan tidak ada suatu apapun yang setara dengan Dia.” QS. al-Ikhlas1-4 Firman Allah SWT. dalam surat al-Baqarah ayat 285 آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ Artinya “Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. mereka mengatakan "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun dengan yang lain dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan "Kami dengar dan Kami taat." mereka berdoa "Ampunilah Kami Ya Tuhan Kami dan kepada Engkaulah tempat kembali." Hadits Rasulullah Saw. Artinya “Telah kutinggalkan kepadamu dua pedoman. Jika kamu tetap berpegang teguh kepada keduanya, kamu tidak akan tersesat Selama-lamanya, yaitu Kitabullah Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Al-Hadits.” HR. Bukhari. Adapun hadits-hadits yang menjelaskan tentang akidah adalah sebagai berikut Dari Abu Hurairah Ra. berkata; bahwa Nabi Saw pada suatu hari bersama dengan para sahabat, lalu datang Malaikat Jibril yang kemudian bertanya “Apakah iman itu?” Nabi Saw menjawab “Iman adalah kamu beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, Rasul-rasul-Nya, dan kamu beriman kepada Hari Berbangkit”. HR. Bukhari Ibnu Numair berkata, “Saya mendengar Rasulullah Saw bersabda “Barangsiapa meninggal dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka ia masuk neraka.” Dan aku berkata, “Saya dan orang yang meninggal dengan tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu pun niscaya masuk surga” HR. Muslim. Tujuan Akidah Islam dan Dalilnya. Akidah Islam memiliki tujuan yang sangat mulai dan sangat penting bagi kehidupan umat Islam. Adapun tujuan akidah Islam itu antara lain sebagai berikut 1. Menumbuhkan dan membina dasar-dasar ketuhanan yang terdapat dalam jiwa manusia sejak lahir. Sejak dilahirkan setiap diri manusia terdapat kecenderungan untuk mengaku adanya Tuhan. Sebab jauh sebelum dilahirkan roh manusia telah menerima kesaksian akidah bahwa dirinya mengaku adanya Tuhan yang wajib disembah. Allah SWT. berfirman Artinya “Dan ingatlah, ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka seraya berfirman "Bukankah aku ini Tuhanmu?" mereka menjawab "Betul Engkau Tuban kami, Kami menjadi saksi". kami lakukan yang demikian itu agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan "Sesungguhnya Kami Bani Adam adalah orang-orang yang lengah terhadap ini keesaan Tuhan",. Atau agar kamu tidak mengatakan "Sesungguhnya orang-orang tua Kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang Kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang sesudah mereka. Maka Apakah Engkau akan membinasakan Kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu[582]? 2. Meluruskan akidah-akidah yang telah diselewengkan. Akidah Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad akidah baru atau merombak akidah yang telah diajarkan oleh para nabi dan rasul Allah terdahulu, melainkan hanya meluruskan ajaran akidah yang telah diselewengkan oleh imat para nabi dan rasul sebelumnya. 3. Menghindarkan manusia dari kemusyrikan. Untuk menghindarkan manusia dari kemusyrikan perlu adanya tuntunan yang jelas tentang kepercayaan dan keyakinan yang benar terhadap Tuhan Yang Maha Esa, oleh sebab itu dengan mempelajari akidah Islam diharapkan akidah manusia akan terpelihara dengan baik dan terhindar dari kemusyrikan. Sebab perbuatan syirik termasuk perbuatan dos besar yang tak terampuni. Firman Allah SWT Artinya “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari syirik itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, Maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” QS. Al-Maidah 48 4. Membimbing akal pikiran agar tidak tersesat. Akidah Islam bertujuan untuk membimbing akal pikiran manusia agar tidak tersesat, dan tidak mudah terpedaya oleh bujuk rayu syetan, sebab syetan selamanya akan berusaha agar manusia tersesatdalam akidah dan tidak beriman kepada Allah SWT. Firman Allah SWT. Artinya “Iblis berkata "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik perbuatan ma'siat di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, QS. Al-Hijr 39 Imam Abu al-Hasan al-Asy’ari; Perumus Formula Akidah Aswaja by Redaksi 4 Januari 2021 1 Saat politik Abbasiyah guncang dan akidah pada masa itu semakin kabur dengan paham-paham yang menyimpang, seperti kaum Qaramithah yang berusaha ... Aqidah Islam membimbing umatnya agar? sejahtera hidupnya hidupnya diridhai Allah SWT tetap sehat jasmani dan rohani dapat menentukan jalan hidupnya Semua jawaban benar Jawaban yang benar adalah B. hidupnya diridhai Allah SWT. Dilansir dari Ensiklopedia, aqidah islam membimbing umatnya agar hidupnya diridhai Allah SWT. Pembahasan dan Penjelasan Menurut saya jawaban A. sejahtera hidupnya adalah jawaban yang kurang tepat, karena sudah terlihat jelas antara pertanyaan dan jawaban tidak nyambung sama sekali. Menurut saya jawaban B. hidupnya diridhai Allah SWT adalah jawaban yang paling benar, bisa dibuktikan dari buku bacaan dan informasi yang ada di google. Menurut saya jawaban C. tetap sehat jasmani dan rohani adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut lebih tepat kalau dipakai untuk pertanyaan lain. Menurut saya jawaban D. dapat menentukan jalan hidupnya adalah jawaban salah, karena jawaban tersebut sudah melenceng dari apa yang ditanyakan. Menurut saya jawaban E. Semua jawaban benar adalah jawaban salah, karena setelah saya coba cari di google, jawaban ini lebih cocok untuk pertanyaan lain. Kesimpulan Dari penjelasan dan pembahasan serta pilihan diatas, saya bisa menyimpulkan bahwa jawaban yang paling benar adalah B. hidupnya diridhai Allah SWT. Jika anda masih punya pertanyaan lain atau ingin menanyakan sesuatu bisa tulis di kolom kometar dibawah. Aqidah ialah salah satu ilmu yang wajib diajarkan kepada anak-anak sejak dini. Bila Anda sebagai orang tua sibuk bekerja hingga tak memiliki banyak waktu luang untuk mengajarkannya sendiri kepada anak Anda, jangan resah!Saat ini banyak lembaga pendidikan seperti PAUD Pendidikan Anak Usia Dini, KB Kelompok Bermain hingga Taman Kanak-kanak yang memberikan pengajaran ilmu anak-anak sudah mengerti sedikit banyak tentang akidah sedari Taman Kanak-kanak maka ia akan mudah mengikuti di jenjang pendidikan anak-anak perlu mempelajari akidah?Akidah memiliki fungsi dan peran yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Bukan hanya sekedar ilmu, akidah juga menentukan kualitas agama dan masa depan seseorang. Mereka yang enggan memahami ilmu akidah tidak jarang memilih jalan yang sesat. Jalan sesat tersebut yang dapat membawa pada masalah-masalah dalam karena itu, sangat penting untuk menanamkan akidah pada anak sejak dini. Sebagai orang tua, Anda harus bisa membimbing anak pada jalan yang diridhai Allah subhanahu wa ta’ dan Peran Akidah dalam KehidupanBerikut ini beberapa fungsi dan peran akidah dalam petunjuk hidup yang tepat sehingga dapat membedakan mana yang baik dan mana yang diri agar tidak terjerumus pada jalan yang semangat beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ dan sebagai penenang dan mengikuti sunah-sunah niat ibadah hanya untuk mencari ridha Allah subhanahu wa ta’ keimanan terhadap kebahagiaan di dunia dan beberapa fungsi dan peran akidah dalam kehidupan yang perlu Anda ketahui. Jika akidah telah dipelajari dengan benar, maka seseorang akan tahu bagaimana cara memilih teman dalam Islam yang dapat membawa kebaikan pada diri dan orang lain. Karena sesungguhnya siapa yang menjadi teman kita, turut juga mempengaruhi karakter pada diri kita. Maka pilihlah teman yang tepat dilihat dari Akidah dalam Perkembangan Agama IslamAkidah tidak hanya berperan dalam kehidupan seseorang, tetapi juga berpengaruh dalam perkembangan agama Islam. Simaklah ulasannya berikut yang kokoh dalam membangun tiang Agama dari pembentukan akhlak yang mulia. Seseorang yang berakidah tentu melaksanakan ibadah dengan tertib, sehingga akan tertanam dalam dirinya akhlak yang penciptaan manusia ialah untuk beribadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala, sehingga ilmu akidah wajib untuk dipelajari setiap umat subhanahu wa ta’ala berfirman, وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ“Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” QS. adz-Dzariyat 56Akidah seorang hamba menentukan kualitas ibadahnya diterima atau tidak oleh Allah subhanahu wa ta’ala. Menyampaikan akidah mulia merupakan misi awal para rasul-Nya. Sebagaimana hadits di bawah subhanahu wa ta’ala berfirman, وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ هَدَى اللَّهُ وَمِنْهُمْ مَنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ الضَّلَالَةُ ۚ فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ“Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat untuk menyerukan “Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan rasul-rasul.” QS. An-nahl 36Itulah ulasan singkat mengenai akidah dalam Islam. Semoga dapat dipahami dengan mudah. Mari terus tingkatkan kuantitas dan kualitas ilmu agama Islam dalam diri demi meraih keridhaan Allah subhanahu wa ta’ala.

akidah islam membimbing umatnya agar